Langsung ke konten utama

Unggulan

Jurnal Akhir Sekolah Bagian 40

Magrib, senja tanpa kopi. Aku menuliskan bagian jurnal ini tepat seusai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Jurnal ini ku tulis untik arsip diriku di masa depan. Aulora, jika kau membaca jurnal ini, tolong ingatlah bahwa kau pernah amat menggebu merubah nasib keluargamu, bahwa dirimu pernah sungguh-sungguh berjuang untuk mewujudkan anganmu sedari SD dahulu yakni menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang belajar dari kehidupan. Guru yang baik adalah guru yang ikhlas mengapdikan seluruh hidupnya untuk menebarkan ilmu. Maka belajarlah dari naskah luar biasa yang Allah tuliskan untukmu. Ingat, bukan sukses namanya bila hanya materi yang kau kejar mati-matian, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik. Aulora, berjuanglah dengan segenap-genapnya hatimu. Bila apa yang saat ini kau miliki atau kau jalani tidak kau senangi, maka senangilah ia mulai sekarang. Karena hanya takdir Allah yang terbaik. Aulora, masa depan yang sebenarnya itu bukan di sini, bukan di dunia...

Jauh

Kamu tau gak, apa yang paling menyesakkan bagiku dari semua jarak ini?

Kita dekat, tapi faktanya kita jauh.

Bukan, bukan perihal kabar yang semakin hari semakin hambar

Bukan pula perihal rindu yang luruh tersapu kelabu

Tapi tentang arah, yang rasa-rasanya entah.


Kita menghamba pada hampa 

Pada riuh rasa percaya

Juga pada sepi yang pahitnya harus ditelan sendiri


Sampai kapan? 

Komentar

Postingan Populer