Jurnal Akhir Sekolah Bagian 40
Magrib, senja tanpa kopi. Aku menuliskan bagian jurnal ini tepat seusai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Jurnal ini ku tulis untik arsip diriku di masa depan. Aulora, jika kau membaca jurnal ini, tolong ingatlah bahwa kau pernah amat menggebu merubah nasib keluargamu, bahwa dirimu pernah sungguh-sungguh berjuang untuk mewujudkan anganmu sedari SD dahulu yakni menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang belajar dari kehidupan. Guru yang baik adalah guru yang ikhlas mengapdikan seluruh hidupnya untuk menebarkan ilmu. Maka belajarlah dari naskah luar biasa yang Allah tuliskan untukmu. Ingat, bukan sukses namanya bila hanya materi yang kau kejar mati-matian, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik.
Aulora, berjuanglah dengan segenap-genapnya hatimu. Bila apa yang saat ini kau miliki atau kau jalani tidak kau senangi, maka senangilah ia mulai sekarang. Karena hanya takdir Allah yang terbaik. Aulora, masa depan yang sebenarnya itu bukan di sini, bukan di dunia, tapi di surga-Nya Allah. Ingat pesan ustadz Andre?. "Surga itu luas, tapi yang berminat masuk hanya sedikit, sedangkan neraka?. Neraka itu tempat paling ramai penghuninya, maka jadilah golongan yang sedikit itu"
BTW Aul, hari ini hari kamis malam jum'at. Ingat Ipmawan Al-Kahfi?, hari ini dia baik-baik saja, tadi kita sempat bertemu. Laki-laki berkacamata itu masih yang dulu. Kalau di masa itu gimana?, masih tukar kabar dengannya?, masih berharap padanya?, atau jangan-jangan sudah menemukan pangeran baru ya?.
Coba ceritakan!.
Salam hangat, berjuang Aul! You Can Do It!
Pringsewu, 06 Desember 2019
Komentar
Posting Komentar