Langsung ke konten utama

Unggulan

Setangkai Harap

Teruntuk engkau, sesuatu yang terasa mengkhawatirkan setiap kali terlintas dalam pikiran Bolehkah aku menitipkan setangkai harap kepada rintik hujan siang ini? Yang membawa aroma tanah ke dalam kamarku yang temaram Bolehkah bila aku berharapp bisa membersamaimu meski ku tau aku belum pantas berjalan di atas tanahmu yang indah nan wangi. Bolehkah bila ku sebut engkau sebagai nama yang ku semogakan kepada Rabbku? Sudikah kiranya engkau menjadikan pribadi fakir ilmu ini sebagai bagian dari hidupmu? Bukankah setiap cita-cita berhak jadi nyata? Maka tolong berikan aku kesempatan untuk menyelami muara ilmumu dengan syukur dan syahdu Rosantien, Agustus 2020

Jurnal Akhir Sekolah Bagian 40

Magrib, senja tanpa kopi. Aku menuliskan bagian jurnal ini tepat seusai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Jurnal ini ku tulis untuk arsip diriku di masa depan. Aulora, jika kau membaca jurnal ini, tolong ingatlah bahwa kau pernah amat menggebu merubah nasib keluargamu, bahwa dirimu pernah sungguh-sungguh berjuang untuk mewujudkan anganmu sedari SD dahulu yakni menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang belajar dari kehidupan dan pengalaman. Guru yang baik adalah guru yang ikhlas mengabdikan seluruh hidupnya untuk menebarkan ilmu. Maka belajarlah dari naskah luar biasa yang Allah tuliskan untukmu. Ingat, bukan sukses namanya bila hanya materi yang kau kejar mati-matian, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik.


Aulora, berjuanglah dengan segenap-genapnya hatimu. Bila apa yang saat ini kau miliki atau kau jalani tidak kau senangi, maka senangilah ia mulai sekarang. Karena hanya takdir Allah yang terbaik. Aulora, masa depan yang sebenarnya itu bukan di sini, bukan di dunia, tapi di surga-Nya Allah. Ingat pesan ustadz Andre?. "Surga itu luas, tapi yang berminat masuk hanya sedikit, sedangkan neraka?. Neraka itu tempat paling ramai penghuninya, maka jadilah golongan yang sedikit itu"


BTW Aul, hari ini hari kamis malam jum'at. Ingat Ipmawan Al-Kahfi?, hari ini dia baik-baik saja, tadi kita sempat bertemu. Laki-laki berkacamata itu masih yang dulu. Kalau di masa itu gimana?, masih tukar kabar dengannya?, masih berharap padanya?, atau jangan-jangan sudah menemukan pangeran baru ya?. 

Coba ceritakan!. 

Salam hangat, berjuang Aul! You Can Do It!

Pringsewu, 06 Desember 2019

Komentar

Postingan Populer