Langsung ke konten utama

Unggulan

Wujud Harap

Ternyata benar ya, apa yang kita jalani saat ini bisa jadi adalah bagian dari apa yang selama ini kita do'akan. Dulu semasa pendidikanku masih sebatas taman kanak-kanak aku gemar sekali bermain peran menjadi seorang guru. Ya... kamu gak salah dengar. Aku memang sudah memiliki cita-cita ini sejak kecil. Konsep guru di mataku sudah tertanam kuat bahkan sejak aku baru mengenal indahnya jungkat-jungkit.  Aku suka bicara sendiri dengan buku-buku milik ibuku semasa SMA sebagai bahan pegangan. Ceritanya lagi ngajarin murid-murid, padahal mah lagi ngomong sama angin. Selayaknya anak TK pada umumnya aku jelas tidak mengerti isi buku yang sebagian besar dipenuhi gambar anatomi tumbuhan itu. Dan aku juga tidak bisa mengingat apa yang saat itu aku terangkan kepada angin di hadapanku, tapi satu hal yang pasti ingatanku dan ingatan orang-orang terdekat masih sangat lekat dengan peristiwa itu. Bahkan ketika pada akhirnya aku diterima di salah satu sekolah untuk berbagi ilmu, aku melihat mbah putr...

Orbit

 Bagaimana rasanya ketika rencanamu ternyata tidaklah sesuai dengan kehendak semesta?. Sedih?, marah?, kecewa?, ingin merubah takdir jadi apa maumu?. Tidak,, semua akan jadi lebih berat ketika kamu berusaha melawan. Jadi, nikmati saja apa yang saat ini semesta ingin untukmu. Ya.... meski sebenarnya kamu kecewa setengah mati. Tapi kalau dijalani, ternyata gak seburuk itu. It's oke. Kamu kuat. Semesta pilih kamu jadi tokoh utama dari kisah itu karena emang ia ngerasa kalau kamu yang paling layak, kamu kuat, dan kamu bisa ngelewatinnya. Masih ingat,, Surat Al-Baqarah ayat terakhir?. 

Perjalanan ini jadi semakin berombak ketika kamu menentang kehendak semesta. Ini bisa tentang semua hal. Kuliahmu yang ternyata tidak semudah kelihatannya, teman-temanmu yang mendadak menghilang dan rasa-rasanya kamu gak punya satupun, organisasi yang terasa kering, tertinggal, atau semakin buruk karena kamu terlalu sering bermalas-masalahan dan gak konsisten sama deadline yang kamu buat sendiri, atau bahkan tentang keluargamu yang rasa-rasanya semakin tidak terkendali. 

Semakin beranjak dewasa, semua masalah yang kini dihadapi, rasanya dahulu bukanlah sebuah masalah. Kamu bintang di kehidupan yang lalu, dan sekarang kamu bukan lagi siapa-siapa. Bahkan seorang teman untuk kau ajak berdiskusi tentang puisi dan sebuah syair pengantar mimpipun kamu gak punya. Lantas, kenapa bisa jadi seperti ini?. Apa ada dosa yang dahulu kau lakukan, sehingga dikehidupan datang kamu kehilangan semuanya. Semua yang kamu punya. 

Masih ingatkah engkau dengan analogi yang dahulu disampaikan?. Tentang bagaimana cara semesta bekerja, tentang bagaimana pada akhirnya roda akan membawamu berputar ke bawah, tentang bagaimana kehidupan ini yang tidak selalu berpihak kepadamu. Ingatkah engkau bahwa orbit bukan hanya kepadamu?. Setiap orang adalah orbit, setiap orang menginginkan jadi orbit, dan nyatanya hanya akan ada satu orbit. Maybe, sekarang bukan kamu. 

Tak apa, bukan salahmu. Ini hanya tentang bagaimana kehendak semesta. Jalani, nothing to lose. Karena meskipun kamu bukan orbitnya, tapi setiap orang akan dapat pengalaman dan pelajaran untuknya bertumbuh. Pasikan saja bahwa kamu dapat itu.


Komentar

Postingan Populer