Langsung ke konten utama

Unggulan

Jauh

Kamu tau gak, apa yang paling menyesakkan bagiku dari semua jarak ini? Kita dekat, tapi faktanya kita jauh. Bukan, bukan perihal kabar yang semakin hari semakin hambar Bukan pula perihal rindu yang luruh tersapu kelabu Tapi tentang arah, yang rasa-rasanya entah. Kita menghamba pada hampa  Pada riuh rasa percaya Juga pada sepi yang pahitnya harus ditelan sendiri Sampai kapan? 

Rinai di pelupuk mataku

 

Rinai di pelupuk mataku

karya : Aulora Rosantien 

  Telah diikutsertakan dalam lomba dan baca cipta puisi yang diselenggarakan dalam acara IMAGE art contest oleh IMAGE Universitas Lampung 2021 

 

 

Kusaksikan rinai di pelupuk mataku

Turun tanpa henti memporak porandakan negeriku

Membanjiri ibu pertiwi dengan duka serta air mata

Menumbuhkan duri-duri yang menyelimuti pagar rumah orang-orang tak berdosa

Kusaksikan rinai di pelupuk mataku

Milyaran masker menyelimuti langit negeriku yang kelabu

Menciptakan penyesuaian yang terpaksa harus diberlakukan

Tersebab di negeriku, kematian layaknya durasi video iklan

Kita tak lagi angkat senjata

Sebab tanah ini sudah merdeka

Namun kejadian demi kejadian memaksa kita lebih waspada

Memaksa kita lebih peka pada kesehatan dan lingkungan kita

Lihat, rumah sakit yang penuh sesak

Dengan tangis dan isak

Lihat, jasad-jasad yang terbaring berhimpitan

Masihkah mungkin kau sebut ini konspirasi dan kebohongan ?

Tak ada kata menyerah demi tumpah darah yang merdeka

Sebab rinai yang jatuh di langit negeriku pasti akan berlalu

Jangan lepas maskermu, kita saling menjaga

Supaya tak ada lagi yang berpulang karena corona

 

 

Pringsewu, Juli 2021.

 

Komentar

Postingan Populer