Langsung ke konten utama

Unggulan

Jurnal Akhir Sekolah Bagian 40

Magrib, senja tanpa kopi. Aku menuliskan bagian jurnal ini tepat seusai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Jurnal ini ku tulis untik arsip diriku di masa depan. Aulora, jika kau membaca jurnal ini, tolong ingatlah bahwa kau pernah amat menggebu merubah nasib keluargamu, bahwa dirimu pernah sungguh-sungguh berjuang untuk mewujudkan anganmu sedari SD dahulu yakni menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang belajar dari kehidupan. Guru yang baik adalah guru yang ikhlas mengapdikan seluruh hidupnya untuk menebarkan ilmu. Maka belajarlah dari naskah luar biasa yang Allah tuliskan untukmu. Ingat, bukan sukses namanya bila hanya materi yang kau kejar mati-matian, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik. Aulora, berjuanglah dengan segenap-genapnya hatimu. Bila apa yang saat ini kau miliki atau kau jalani tidak kau senangi, maka senangilah ia mulai sekarang. Karena hanya takdir Allah yang terbaik. Aulora, masa depan yang sebenarnya itu bukan di sini, bukan di dunia...

Rinai di pelupuk mataku

 

Rinai di pelupuk mataku

karya : Aulora Rosantien 

  Telah diikutsertakan dalam lomba dan baca cipta puisi yang diselenggarakan dalam acara IMAGE art contest oleh IMAGE Universitas Lampung 2021 

 

 

Kusaksikan rinai di pelupuk mataku

Turun tanpa henti memporak porandakan negeriku

Membanjiri ibu pertiwi dengan duka serta air mata

Menumbuhkan duri-duri yang menyelimuti pagar rumah orang-orang tak berdosa

Kusaksikan rinai di pelupuk mataku

Milyaran masker menyelimuti langit negeriku yang kelabu

Menciptakan penyesuaian yang terpaksa harus diberlakukan

Tersebab di negeriku, kematian layaknya durasi video iklan

Kita tak lagi angkat senjata

Sebab tanah ini sudah merdeka

Namun kejadian demi kejadian memaksa kita lebih waspada

Memaksa kita lebih peka pada kesehatan dan lingkungan kita

Lihat, rumah sakit yang penuh sesak

Dengan tangis dan isak

Lihat, jasad-jasad yang terbaring berhimpitan

Masihkah mungkin kau sebut ini konspirasi dan kebohongan ?

Tak ada kata menyerah demi tumpah darah yang merdeka

Sebab rinai yang jatuh di langit negeriku pasti akan berlalu

Jangan lepas maskermu, kita saling menjaga

Supaya tak ada lagi yang berpulang karena corona

 

 

Pringsewu, Juli 2021.

 

Komentar

Postingan Populer