Langsung ke konten utama

Unggulan

Jurnal Akhir Sekolah Bagian 40

Magrib, senja tanpa kopi. Aku menuliskan bagian jurnal ini tepat seusai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Jurnal ini ku tulis untik arsip diriku di masa depan. Aulora, jika kau membaca jurnal ini, tolong ingatlah bahwa kau pernah amat menggebu merubah nasib keluargamu, bahwa dirimu pernah sungguh-sungguh berjuang untuk mewujudkan anganmu sedari SD dahulu yakni menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang belajar dari kehidupan. Guru yang baik adalah guru yang ikhlas mengapdikan seluruh hidupnya untuk menebarkan ilmu. Maka belajarlah dari naskah luar biasa yang Allah tuliskan untukmu. Ingat, bukan sukses namanya bila hanya materi yang kau kejar mati-matian, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik. Aulora, berjuanglah dengan segenap-genapnya hatimu. Bila apa yang saat ini kau miliki atau kau jalani tidak kau senangi, maka senangilah ia mulai sekarang. Karena hanya takdir Allah yang terbaik. Aulora, masa depan yang sebenarnya itu bukan di sini, bukan di dunia...

Untuk perasaan merah jambu yang dieja Cinta.

Untuk perasaan merah jambu yang dieja Cinta.

.

.

Bila perasaan yang tumbuh adalah cinta, bukankah seharusnya yang kurasa bahagia? 

Bila perasaan yang hadir adalah saling, bukankah seharusnya tak ada duka?

Ya Allah, aku cemburu ........ 

Aku cemburu kepada seorang hamba yang tak bisa mengendalikan hatinya 

Aku cemburu pada seorang hamba yang menjanjikan sebuah jalan menuju syurga 

Aku cemburu.... aku cemburu pada dia yang jelas-jelas tak pantas kugantungkan harap. Karena nyatanya hatinya ada pada genggaman-Mu 

Perasaannya ada pada genggaman-Mu 

Tangan dan pikirannya ada pada genggaman-Mu 

Dan ketika Engkau memutuskan untuk membolak balik hatinya atas perasaannya kepadaku, dia tak punya kuasa selain menjadikanku bagian dari masa lalunya.

.

.

Ya Allah 

Aku hanyalah seorang hamba yang penuh hampa 

Aku hanyalah seorang hamba yang tak dapat berbuat sesuatu tanpa pertolongan-Mu 

Aku hanyalah seorang insan yang tak tau diri 

Benar-benar tak tahu diri karena mengabaikan-Mu dan justru sibuk pada hal-hal duniawi

Ketika aku sudah tau bahwa satu-satunya yang berhak kujadikan sandaran cinta dengan segenap-genapnya hati hanyalah Engkau,, aku justru jadi insan paling tuli dan buta demi mengejar cinta seorang hamba 

Aku justru jadi manusia paling angkuh karena membutakan hati dari firman-firman-Mu yang jelas-jelas tertulis di dalam kitab yang selalu kubuka dan kubaca 

Aku membuat setan tertawa lantang lantaran semua larangan yang selalu kudengar dan bahkan kukoar-koarkan dihadapan mereka yang berpaling dari-Mu, kini justru aku yang sengaja memalingkan wajahku demi mempertahankan seseorang yang kujadikan sandaran hati 

Ya Allah 

Duka dan rasa sakit yang detik ini aku rasakan adalah bukti begitu besar kasih dan sayang-Mu 

Maaf jika membuat-Mu cemburu lantaran aku menggantungkan harap pada insan yang ditangan-Mu lah hati serta jiwanya digenggam 

Terima kasih karena telah menyayangiku dan selalu menyayangiku 

Aku percaya bahwa, satu-satunya yang menggagam hatiku hanyalah Engkau, Tuhan dari segala cinta yang dirasakan seorang insan.

Ku kembalikan perasanku ini kepada-Mu, Al-Wadud. Supaya ketika manusia lain berusaha mendekatinya, yang muncul bukan lagi hati yang tersayat, tapi keikhlasan atas nama-Mu 

.

.

Sajadah, 19 Juli 2021 

Komentar

Postingan Populer