Langsung ke konten utama

Unggulan

Jurnal Akhir Sekolah Bagian 40

Magrib, senja tanpa kopi. Aku menuliskan bagian jurnal ini tepat seusai menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Jurnal ini ku tulis untik arsip diriku di masa depan. Aulora, jika kau membaca jurnal ini, tolong ingatlah bahwa kau pernah amat menggebu merubah nasib keluargamu, bahwa dirimu pernah sungguh-sungguh berjuang untuk mewujudkan anganmu sedari SD dahulu yakni menjadi seorang guru. Guru yang baik adalah guru yang belajar dari kehidupan. Guru yang baik adalah guru yang ikhlas mengapdikan seluruh hidupnya untuk menebarkan ilmu. Maka belajarlah dari naskah luar biasa yang Allah tuliskan untukmu. Ingat, bukan sukses namanya bila hanya materi yang kau kejar mati-matian, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik. Aulora, berjuanglah dengan segenap-genapnya hatimu. Bila apa yang saat ini kau miliki atau kau jalani tidak kau senangi, maka senangilah ia mulai sekarang. Karena hanya takdir Allah yang terbaik. Aulora, masa depan yang sebenarnya itu bukan di sini, bukan di dunia...

Paru-paru tanpa oksigen

Paru-paru tanpa oksigen

Karya : Aulora Rosantien_Universitas Lampung (UNILA)

  Telah diikutsertakan dalam lomba cipta puisi yang diselenggarakan oleh Vetpagama FK Hewan UGM, Jogjakarta 



Aku terdiam ba’ lukisan di dinding pualam

Menatap wajah bumi yang penuh sulam

Menatap lurus kearah masa depan yang tandus

Menatap ragu pada raga yang menjanjikan tulus

 

Di sini, di atas tanah yang kau sebut rumah

Di atas tanah yang kau gadaikan kesuburannya

Di atas tanah yang kau pupuk dengan beton dan semen setinggi-tingginya

Aku berduka sebagai pohon yang telah kau tebang sebelum menua

 

Kau, aku, dan seluruh komponen alam

Kita merupakan rantai alam yang saling mengisi

Perilakumu dapat berpengaruh pada kehidupanku

Dan keberadaanku, dapat menjadi penentu kelangsungan hidupmu

 

Rawatlah aku dengan segenap-genapnya tulus

Siramilah aku dengan kasih sayang dan komitmenmu kepada bumi

Lestarikanlah aku dengan segenap-genapnya hati

Jadikan aku sebagai lingkungan hidup yang bersih dan nyaman bagimu

 

Menjagaku berarti menjaga keluargamu

Melestarikanku berarti melestarikan lingkungan hidup bagi anak cucumu

Menggadaikan kehidupanku berarti menggadaikan masa depan bumimu 

Karena manusia tanpa pohon, bagai paru-paru tanpa oksigen 

Komentar

Postingan Populer